BUDAYA ( CULTURE ) SEKOLAH
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kepada Teman-Teman dan Para Pembaca Sekalian. Disini Saya akan Menulis Sebuah Blog Apa itu yang Dimaksud dari Kultur Sekolah, Karakteristik Kultur Sekolah dan Unsur-unsur DarinKultur Sekolah.
A. Pengertian Kultur Sekolah
Budaya (Culture) berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1991: 149) didefinisikan dalam dua pandangan yaitu: pertama hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat; kedua, menggunakan pendekatan ilmu antropologi yaitu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.
Budaya atau kebudayaan menurut Soerjono Soekanto (1987: 154) adalah sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perikelakuan yang normatif yang mencakup pola-pola berpikir, merasakan dan bertindak. Tylor membahasakan sebagai keseluruhan yang kompleks terdiri atas ilmu pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lainnya juga kebiasaan yang diperoleh seseorang sebagai anggota sosial/masyarakat (Dikdik Baehaqi Arif, 2009: 3).
Nah jadi Kesimpulannya adalah bahwa budaya itu merupakan pandangan hidup (way of life) yang dapat berupa nilai-nilai, norma, kebiasaan, hasil karya, pengalaman, dan tradisi yang mengakar di suatu masyarakat dan
mempengaruhi sikap dan perilaku setiap orang/masyarakat tersebut.
Adapun Pandangan lain tentang budaya sekolah dikemukakan oleh Zamroni bahwa budaya sekolah adalah merupakan suatu pola asumsi-asumsi dasar, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan yang dipegang bersama oleh seluruh warga sekolah, yang diyakini dan telah terbukti dapat dipergunakan untuk menghadapi berbagai problem dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan melakukan integrasi internal, sehingga pola nilai dan asumsi tersebut dapat diajarkan kepada anggota dan generasi baru agar mereka memiliki pandangan yang tepat bagaimana seharusnya mereka memahami, berpikir, merasakan dan bertindak menghadapi berbagai situasi dan lingkungan yang ada (Siti Zakiyah, 2013: 9).
Jadi, Berdasarkan kajian tersebut, penulis mengartikan Budaya Sekolah dapat dimaknai sebagai karakteristik khas sekolah yang dapat diidentifikasi melalui nilai yang dianutnya, sikap yang dimilikinya, kebiasaan-kebiasaan yang ditampilkannya, dan tindakan yang ditunjukan oleh seluruh personil sekolah yang membentuk satu kesatuan khusus dari sistem sekolah.
B. Karakteristik Kultur Sekolah
Kehidupan Kita tentunya selalu berubah-ubah. Bail itu Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak Semuanya Tentu mengalami perubahan. Perubahan-perubahan itu dapat terjadi karena pengaruh lingkungan dan pendidikan. Pengaruh lingkungan yang kuat adalah di sekolah karena besar waktunya di sekolah. Sekolah memegang peranan penting dan strategis dalam mengubah, memodifikasi, dan mentransformasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang berhubungan dengan kebutuhan anak untuk hidup di masyarakat sesuai dengan tuntutan jamannya.
Kultur sekolah itu milik kolektif dan merupakan hasil perjalanan sejarah sekolah, produk dari interaksi berbagai kekuatan yang masuk kek sekolah. Sekolah perlu menyadari secara serius keberadaan aneka kultur dengan sifat yang ada, sehat-tidak sehat, kuat-lemah, positif-negatif, kacau-stabil, dan konsekuensinya terhadap perbaikan sekolah. Nilai-nilai dan keyakinan tidak akan hadir dalam waktu singkat. Mengingat pentingya sistem nilai yang diinginkan untuk perbaikan sekolah, maka langkah-langkah kegitan yang jelas perlu disusun untuk membentuk kultur sekolah (Hanum, 2013: 201).
Secara singkat, langkah-langkah membentuk kultur sekolah yang positif adalah sebagai berikut :
1) mengamati dan membaca kultur sekolah yang kini ada, melacak historisnya dan masalah apa saja yang timbul oleh keberadaan kultur sekolah tersebut;
2) mengembangkan sistem assesmen kultur sekolah sejalan dengan tujuan perbaikan sekolah yang diinginkan;
3) melakukan kegiatan assesmen sekolah guna mendiagnosisi permasalahan yang ada dan tindakan kultural yang dapat dilakukan;
4) mengembangkan visi strategis dan misi perbaikan sekolah;
5) melakukan redefinisi aneka peranan: kepemimpinan Kepala Sekolah, guru, siswa, orang tua, dan aneka stekholders;
6) mewaspadai perilaku yang lama negatif, nilai-nilai yang bersifat racun, dan koalisi mereka;
7) merancang pola perkembangan kultur sekolah dan membangun praktikpraktik baru dan artifak baru dikaitkan secara sadar dengan nilai-nilai lama yang relevan dan nilai-nilai baru yang diharapkan tumbuh;
8) melakukan pemantauan dan evaluasi secara dinamika terhadap perkembangan kultur sekolah dan dampaknya (Hanum, 2013: 202).
Adapun Keberhasilan pengembangan kultur sekolah dapat dilihat dari tanda-tanda atau indikator sesuai fokus yang dikembangkan. Beberapa indikator yang dapat dilihat antara lain: adanya rasa kebersamaan dan hubungan yang sinergis diantara warga sekolah, berkurangnya pelanggaran disiplin, adanya motivasi untuk berprestasi, adanya semangat dan kegairahan dalam menjalankan tugas, dan sebagainya.
C. Unsur Unsur Kultur Sekolah
Bentuk Kultur atau budaya sekolah secara intrinsik muncul sebagai suatu fenomena yang unik dan menarik, karena pandangan sikap, perilaku yang hidup dan berkembang dalam sekolah pada dasarnya mencerminkan kepercayaan dan keyakinan yang mendalam dan khas dari warga sekolah.
Unsur-unsur budaya sekolah terdiri berbagai macam hal sehingga diklasifikasikan sebagai berikut.
1. Klasifikasi budaya sekolah, berdasarkan usaha peningkatan kualitas pendidikan.
Menurut Djemari Mardapi dalam Srinatun (2003: 28) membagi unsurunsur budaya sekolah jika ditinjau dari usaha peningkatan kualitas pendidikan sebagai berikut :
a. Kultur sekolah yang positif
Kultur sekolah yang positif adalah kegiatan-kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, misalnya kerjasama dalam mencapai prestasi, penghargaan terhadap prestasi, dan komitmen terhadap belajar.
b. Kultur sekolah yang negatif
Kultur sekolah yang negatif adalah kultur yang kontra terhadap peningkatan mutu pendidikan. Artinya resisten terhadap perubahan, misalnya dapat berupa: siswa takut salah, siswa takut bertanya, dan siswa jarang melakukan kerja sama dalam memecahkan masalah.
c. Kultur sekolah yang netral
Kultur sekolah yang netral adalah kultur yang tidak berfokus pada satu sisi namun dapat memberikan konstribusi positif tehadap perkembangan peningkatan mutu pendidikan. Hal ini bisa berupa arisan keluarga sekolah, seragam guru, seragam siswa dan lain-lain.
2. Klasifikasi budaya sekolah berdasarkan kategori
Hedley Beare mendeskripsikan unsur-unsur budaya sekolah dalam dua kategori, yakni :
a. Budaya yang dapat diamati
Berupa konseptual yaitu struktur organisasi, kurikulum, behavior (perilaku) yaitu kegiatan belajar mengajar, upacara, prosedur, peraturan dan tata tertib, material yaitu fasilitas dan perlengkapan.
b. Budaya yang tidak dapat diamati
Berupa filosofi yaitu visi, misi serta nilai-nilai, yaitu kualitas, efektivitas, keadilan, pemberdayaan dan kedisiplinan. Dalam mengkaji budaya sekolah lebih difokuskan pada hal-hal yang tidak dapat diamati, khususnya nilai-nilai sebagai inti budaya. Lebih dari itu nilai merupakan landasan bagi pemahaman, sikap dan motivasi serta acuan seseorang atau kelompok dalam memilih suatu tujuan atau tindakan.
Sekian penjelasan dan pemaparan dari saya. Mohon maaf apabila ada salah kata atau kalimat yang sedikit untuk dipahami.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh